09 Desember 2009

Kado Kecil Lainnya.

Kejadiannya bukan hari ini, tapi kemarin. Aku begitu bersemangat dan menantikan hari kemarin. Maklum saja, bertemu seorang yang spesial membuatku bersemangat dan menantikan hari itu.

Mari mulai.

Pakai baju apa? Pakai alas kaki yang mana? Bawa jaket atau tidak? Akhirnya keputusan pun diambil. Aku mengenakan baju saat pertama kali bertemu dengannya. Sempat bingung memilih alas kaki apa yang akan digunakan berhubung ini musim hujan. Sandal? Atau malah sepatu? Kutengok sebentar ke arah langit. Terang. Cenderung panas, menurutku. Akhirnya kuputuskan untuk mengenakan sepatu. Ya, Converse merahku sepadan dengan warna bajuku. Penampilanku nyaris sama dengan saat pertama kali bertemu dengannya. Hanya saja tak kubawa serta jaketku karena kupikir tidak akan hujan.

Bismillah. Berangkat menuju Depok.

Ojek beralih ke metro mini menuju Stasiun Tebet. Turun dari metro mini, pas sekali ada kereta yang akan datang ke arah Bogor. Segera kubeli karcis ekonomi di loket dan masuk ke peron. Kereta datang. Penuh sesak bermacam manusia kulihat di gerbong-gerbongnya. Kuputuskan tak jadi menaikinya dan menunggu kereta selanjutnya. Berharap tak harus menunggu lama untuk kereta berikut. Bersabar menunggu, akhirnya harapan itu menjadi kenyataan. Kereta berikutnya datang tak lama kemudian. Dan terlihat jauh lebih lowong. Alhamdulillah, mungkin ini hadiah dari sedikit kesabaranku, ujarku dalam hati. Semoga tidak telat sampai di sana. Di daerah Pasar Minggu, kutengok kembali langit Jakarta dari jendela gerbong kereta. Gelap di sebelah selatan, tapi masih terang di sebelah utara. Duh, semoga tidak hujan sampai Aku tiba di tempat tujuan, doaku dalam hati. Pikiranku berkecamuk. Bagaimana jika nanti hujan deras? Sepatuku basah, padahal masih ada acara malam harinya.

Kereta memasuki wilayah kampus UI. Tercium bau tanah yang baru saja terguyur hujan dan udara berubah menjadi agak dingin. Aku turun di Stasiun UI. Menginjakkan kaki di peron stasiun, baru tersadar bahwa wilayah kampus UI baru saja selesai diguyur hujan. Aku beruntung, pikirku sambil tersenyum melihat langit.

Sesampainya di tempat tujuan, aku langsung menuju wastafel untuk cuci tangan. Saat jalan menuju spot, ada yang memanggilku. Ternyata dia sudah tiba. Bersama menuju ke tempat makan kemudian ngobrol dan bertukar cerita. Langit Depok terlihat agak gelap. Khawatir sempat mendatangiku. Tapi ternyata hujan tidak turun. Hanya sebentar saja pertemuan kami, karena malamnya masing-masing dari kami ada acara. Dia harus ke Bintaro, sementara Aku harus ke Thamrin. Lagi-lagi sempat bingung. Mau naik apa ke Thamrin? Bus? Atau kereta? Pilihan awalku jatuh pada kereta, tapi kucoba menunggu bus ke arah Tanah Abang. Satu jam menunggu bus tapi ternyata tidak datang juga, akhirnya kembali ke pilihan awal untuk naik kereta. Sempat lama dan khawatir menunggu datangnya kereta. Takut telat dan takut hujan. Dan lagi-lagi, hujan tidak turun. Tapi mungkin sudah jalannya si kereta datang agak lama, karena toh saat sampai di tempat tujuan di Thamrin, teman-teman belum berkumpul. Alhamdulillah untuk semuanya.

Semua detail kehidupan sudah diperhitungkan oleh Tuhan. Begitu sayangnya Sang Khalik padaku, tidak dibiarkannya Aku kehujanan. Sederhana saja, Tuhan tahu aku pakai Converse dan masih ada acara malam harinya, jadi Aku tidak dibiarkan basah kuyup. Converse susah kering. Tuhan juga tahu kapan persisnya teman-temanku berkumpul di Thamrin, jadi Tuhan membuatku menunggu bus dan kereta agar aku tidak menunggu lama di Thamrin dan (mungkin) membuatku lebih lama menghabiskan waktu bersama dia.

Terima kasih atas segala yang telah Engkau berikan.
Segala detail kehidupanku.
Segala anugerah dari-Mu.
I love You, Allah :)

17 Oktober 2009

Sebuah Kado Kecil Dari-Nya Hari Ini.

Entah apa yang hari ini aku lakukan, tapi sepertinya aku berhasil berbuat baik. Bukan sombong atau ingin pamer, tapi apa yang kudapatkan tadi benarbenar langsung mengingatkanku pada-Mu, duhai Kekasihku.

Hari ini kuawali seperti harihari sebelumnya. Standar. Hanya saja, sorenya ada temu-kangen bersama sahabatsahabat tersayang di Tebet. Halal bi halal, kurang lebih 20 orang. Tapi karena suatu dan lain hal, hanya 6 orang saja yang dapat yang hadir. Sempat berpikir bahwa sepertinya ibadah sholat maghrib dan isya' bakalan di jama' di rumah, dikarenakan kondisi mushola tempat pertemuan itu sangat kecil dan seadanya. Tapi karena keteguhan hati dari sahabatsahabat, akhirnya kami pun melaksanakan ibadah sholat maghrib di mushola itu. Tidak lama kami makan di Tebet, hanya sekitar 2 jam saja. Dua orang melanjutkan urusannya untuk menghabiskan malam minggu, sementara aku dan 3 sahabat cantikku melanjutkan kuliner ke Cheesecake Factory. Berbincang tentang #Pengakuan dari kami masingmasing. Satu orang sahabat pun akhirnya pulang. Tiga orang sisanya melanjutkan obrolan ringan sambil berfoto. Tak lama kemudian, hujan lebat disertai petir dan kilat mengguyur Tebet (dan Jakarta). Saling menimpali satu sama lain yang pada intinya adalah bahwa kami bertiga menyukai hujan. Gerimis atau lebat, atau efek setelah hujan. Aku sempat mengatakan bahwa aku menyukai hujan apapun kadar derasnya. Aku sempat heran, bagaimana orangorang bisa begitu mencemooh hujan hanya karena alasan hujan membuat baju basah, pakaian yang dijemur jadi tidak kering, jalanan macet, bahkan banjir. Namanya juga hujan air, ya sudah pasti basah dong, pikirku. Namun aku sebaliknya. Buatku, hujan adalah berkah dari Allah swt yang seyogyanya disyukuri. Hujan itu indah. Hujan itu anugrah. Jadi sudah sepantasnya disyukuri.

Setelah hujan reda, kami pun pulang. Berpisah di Kampung Melayu, aku pun melanjutkan perjalanan menaiki angkot menuju rumah. Selama perjalanan, aku hanya berpikir bahwa aku pasrah jika nantinya terjebak macet. Maklum, efek setelah hujan. Di tengah perjalanan, angkot dan kendaraan lain dialihkan karena adanya kepentingan suatu kelompok yang secara sepihak terkesan seenaknya mem-booking jalan umum. Sempat protes dalam hati, apa-apaan sih sampai harus mengalihkan kendaraan? Merugikan orang lain saja. Dan aku tidak setuju dengan tindakan kalian walaupun kalian menutup tubuh dengan gamis dan berpeci. Tetap saja tindakan kalian merugikan orang banyak! Akhirnya angkot pun mencari jalan alternatif lain. Aku tak ambil pusing berapa lama lagi aku sampai di rumah. Aku hanya pasrah jika memang itu yang harus aku jalani. Satu per satu penumpang pun turun, sampai hanya menyisakan aku sendiri di dalamnya. Sempat mengisi bensin dulu di pom bensin dekat komplek rumah.

Selesai isi bensin, si supir pun bertanya di mana aku akan turun. Begitu tahu tujuanku, si supir mengatakan bahwa dirinya pun ingin pulang ke rumahnya yang samasama berada di komplekku. Biasanya, angkot ini hanya berhenti sampai di depan komplek, tapi karena si supir ingin sekalian pulang maka aku pun tetap ikut di dalam angkot itu sampai masuk komplek. Tak kusangka, ternyata jalan arah rumah si supir melewati depan gang rumahku. Akhirnya aku pun turun dari angkot dan mengucapkan terima kasih ke si supir baik hati itu. Aku berterima kasih selain karena aku boleh menumpang extra sampai ke dalam komplek, juga karena dia telah mengantarku dengan selamat sampai depan gang. Aku tak perlu jalan kaki dari depan komplek dan khawatir akan ada (lagi) seseorang yang mencurigakan mengikutiku. Turun dari angkot, aku langsung teringat Tuhanku. Betapa Dia baik padaku memberikan sebuah kado kecil ini. Kado berupa keselamatan untuk perjalananku kembali sampai di rumah. Dia mengutus si supir angkot untuk mengantarku sampai depan gang. Sampai di rumah, yang biasanya langsung main komputer, tubuhku tibatiba saja menyeretku ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan kemudian berwudhu untuk melaksanakan ibadah sholat isya'.

Alhamdulillah
, sungguh indah kado kecil-Mu ini. Kado berupa nikmatnikmat-Mu yang sering luput dari pandanganku. Maaf karena aku terlalu sering mengecewakan-Mu, padahal Kau terus saja menjagaku.

Subhanallah.

14 Oktober 2009

Lebih Baik Jika Bersemangat.

Bisa dikatakan bahwa aku memiliki kepribadian ganda. Sudah pernah ada cerita tentang "kepribadian ganda"-ku di blog ini. Mungkin karena pengaruh zodiakku yang bersimbol "kembar". Tapi aku tidak malu dengan kepribadian seperti ini. Selama menanggapinya dengan positif, aku rasa tidak ada yang salah.

Okay, here's the deal. Semuanya bermula dari update status facebook. Siapa sih yang tidak tahu situs pertemanan yang sedang naik daun ini? Kurasa hampir semua orang memilikinya. Di update status, semua orang yang memiliki account di situs ini bisa mengeluarkan apa yang ada di pikirannya. Tapi, lama-kelamaan aku melihat bahwa update status menjadi sekedar ajang pamer perasaan saja. Oke, itu adalah hak semua orang untuk mengeluarkan pikirannya. Hanya saja, aku melihat di beberapa orang teman bahwa update status itu sengaja dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orangorang sekitar saja. Itulah yang aku maksud dengan "ajang pamer perasaan". Marah, mengeluh, bahkan curhat jadi pemandangan yang biasa jika aku membuka account di situs ini. Sah-sah saja sebenarnya, asal (kalau bisa) update status itu tidak mengacu kepada (atau bahkan memojokkan) pihak lain. Mubah hukumnya jika ingin "meledakkan" perasaan, asal (kalau bisa) tidak di publik. Jika ada pihak yang merasa tersindir oleh update status tersebut, malah justru bisa meretakkan silaturahmi. Padahal mungkin yang Anda maksud bukanlah orang yang merasa tersindir itu. Bukan "situs pertemanan" lagi namanya, jika fungsinya sudah berubah. Sering aku menyarankan pada teman dan sahabat, jika ada yang menge-add tapi tidak kenal lebih baik jangan di-confirm. "Untuk apa?" tanyaku, "toh tidak ada ajang yang memperlombakan siapa yang memiliki teman paling banyak di facebook akan dinobatkan sebagai Raja/Ratu facebook." Bukan maksudku untuk melarang seseorang berteman dengan siapapun, itu hanya pendapat dari sudut pandangku saja.

Tidak sedikit aku jumpai update status temanteman di timeline-ku yang sering marahmarah, mengeluh, bahkan curhat. Contoh, temanteman yang tinggal di Jakarta, update status tiap jam berangkat kerja dan pulang kantor selalu seputar ke-BT-an karena macet. Seharusnya Anda sekalian sadar Anda tinggal dimana, pikirku. Namanya juga Jakarta, macet sudah bukan hal yang "WOW". Belum lagi update status setelah jam istirahat, pasti seputaran "Habis makan, kenyang, terus ngantuk". Mungkin bagi Anda lucu, tapi hal itu justru memperlihatkan bagaimana potret intelek Indonesia. Ingat, update status bisa menjadi bumerang jika isinya hanya marah, keluhan, atau curhat. Dan di facebook, pribadi tiap orang seakan terlihat jelas. Yang terlihat pendiam di luar, bisa saja sebenarnya adalah pribadi yang keras dengan ketikannya di update status itu. Atau mungkin pribadi yang kocak baru terlihat dari update status atau tulisan di NOTES, padahal dalam keseharian dia adalah orang yang terlihat pendiam. Atau mungkin juga, orang yang terlihat suka bercanda di luar justru adalah orang yang vokal dalam menanggapi keadaan sekitarnya jika dirasa melenceng dari aturan. Oh, atau orang pemalu menutupinya dengan gaya yang suka bercanda. Dan lain sebagainya bisa terjadi dari hanya update status atau tulisan di NOTES. Pernah aku berpikir, teman yang kutahu tegar, lemah lembut, dan soleh ternyata terus mengeluh di update statusnya. Aku sampai gemas dan ingin menegurnya. Sudahlah, Teman, jangan kau terus mengeluh!!

Mohon maaf jika aku harus mengatakan ini. Buat siapa pun yang statusnya sering mengeluh, aku anggap itu adalah suatu bentuk protes terhadap Tuhannya. Kalau marah, mungkin lebih kepada luapan emosi, tapi mengeluh??

Sudah berbuat apa aku kepada Tuhanku, sampai aku berani mengeluh/protes pada-Nya? Sudah cukup atau belum, aku membuat Tuhanku bangga? Apakah aku sudah menuruti semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, sampai aku beraniberaninya memprotes Dia? Mungkin saja aku kurang bersyukur pada-Nya
.

Cobalah lain kali untuk lebih introspeksi diri daripada hanya mengeluh. Aku yakin, semua hal yang terjadi pada diri kita setiap hari adalah yang terbaik yang memang harus kita jalani. Kalau baik, ya alhamdulillah. Kalau buruk, cobalah introspeksi kenapa hal buruk menimpa kita. Hal buruk pun toh tidak selamanya berarti buruk. Bisa saja hal buruk menimpa karena Tuhan ingin melihat tingkat keimanan kita. Pantaskah kita "naik kelas" dalam ujian Tuhan?

Atau, jika sulit introspeksi diri, lebih baik mencoba untuk berpikir positif. Sejak kecil, sering aku mendengar katakata "Jadilah orang yang positive thinking" atau "Jangan negative thinking". Sulit bagiku untuk mempraktekkan hal tersebut, terutama jika roda kehidupanku sedang berada di bawah. Lama untuk bisa mempelajari hal itu. Tapi, toh manusia dibekali akal untuk bisa berpikir dan hati untuk bertindak susila.

Kembali ke masalah "kepribadian ganda". Aku mengakui bahwa aku juga hanya manusia biasa seperti temantemanku. Aku pun pernah mengeluh. Saran dari teman dan sahabat menjadi obat bagiku. Dan bagi teman yang sedang mengeluh, kurasa aku cukup bisa meyakinkan orang untuk tetap bersemangat. Karena aku yakin bahwa semua kejadian ada hikmahnya. Dan kembali lagi kepada sifat manusia sebagai makhluk sosial, makhluk yang saling membutuhkan satu sama lain.

Mengeluh adalah suatu hal yang manusiawi. Tapi kalau "terus mengeluh" sangatlah tidak manusiawi, Kawan!!

Update status yang menunjukkan kemarahan sih sah-sah saja menurutku. Asal tidak mengeluarkan katakata yang menurutku justru "menurunkan derajat" si penulis update status itu sendiri. Hahaha, mungkin katakata-ku membingungkan. Contoh sajalah biar tidak bingung. Mohon maaf sebelumnya yaa.
- ANJING, SKRIPSI GW DITOLAK DOSEN PEMBIMBING!!
- SHIT, CEWEK GW SELINGKUH!!
- BANGSAT, MOTOR GW DISEREMPET TRUK!!
- dan sebagainya..
Bagaimana menurut Anda katakata itu? Maaf, bagiku katakata itu menunjukkan bahwa si penulis bukan orang yang pernah mengecap bangku pendidikan. Di sekolah, yang "disekolahkan" bukan hanya otak, tapi juga mulut dan kelakuan. Apalagi di sekolah ada pelajaran agama. Terlalu sinis mungkin, atau malah terlalu naif. Tapi, coba Anda akui apakah katakata seperti itu pantas ditulis dan disampaikan ke publik? Ingat, Ki Sanak, lidah tidak bertulang. (Dalam kasus ini, tulisan)

Update status tentang curhat, hmm agak sulit untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiranku. Karena ini pure subjektif. Menurutku, untuk apa sih mengumbar masalah di hadapan publik? Jika ingin menyelesaikannya, toh bisa curhat ke sahabat. Tidak perlu lah sampai harus melibatkan orang banyak. Kasihan jika seorang yang sudah menikah sampai harus mengumbar masalah pernikahannya ke khalayak. Nanti malah terkesan mengumpulkan massa untuk memihak kita dan menjatuhkan si orang yang sedang dicurhatin.

Daripada seperti itu, akan lebih baik jika menulis sesuatu yang baik. Lebih baik menulis sesuatu yang memberikan semangat kepada pihak lain. Selain dapat membuat orang tersenyum dan menjadi lebih kuat, pahala dari Tuhan pun siap mengalir ke diri kita.

Maka,
akan lebih baik jika bersemangat :)

13 Oktober 2009

Your Final Lullaby


It's not enough to hear me say you've won

You only wanted me for having fun
But now I think you've gone and had your way
And left me with a pile of bills to pay
I can't even rewind the tape machine
To listen to your drunken reasoning
So here it is, your final lullaby

Goodnight, goodnight
You're embarrassing me
You're embarrassing you
So goodnight, goodnight
Walk away from the door
Walk away from my life
So Goodnight

I've given up on social niceties
I threw 'em out when I threw out your keys
Along with all your records I can't stand
You never even listen to any one of them
You're never gonna drag me out again
With all the people that were never ever even your friends
So here it is, your final lullaby

Goodnight, goodnight
You're embarrassing me
You're embarrassing you
So goodnight, goodnight
Walk away from the door
Walk away from my life
So goodnight

A little bit of rain I'd say is fair
But when it starts to thunder they all stare
This isn't goodnight, this is goodbye ...


.Goodnight Goodnight.
- Hot Hot Heat -

10 Oktober 2009

Jika Aku Menjadi Tom Greer ...

Siapa Tom Greer? Pemenang nobel perdamaiankah? Bukan. Tom Greer adalah salah satu karakter yang diperankan oleh Bruce Willis di film terbarunya yang berjudul Surrogates. Sebelum membicarakan tentang filmnya, harus diakui bahwa Bruce Willis terlihat tampan di film ini.

Surrogates (robot pengganti) menggantikan aktivitas manusia, sehingga si manusia itu sendiri tidak perlu keluar rumah untuk beraktivitas. Iklan produk surrogates mengatakan bahwa fungsi surrogates adalah sebagai robot pengganti sehingga manusia hanya perlu duduk diam mengoperasikan surrogates-nya dari dalam rumah. Karena manusia aman sepanjang waktu dan kerusakan surrogates tidak akan dirasakan oleh pemiliknya, maka dunia menjadi lebih aman dan terbebas dari ketakutan, kesakitan, dan kejahatan.


Lalu, siapakah Tom Greer?

Tom Greer adalah seorang agen FBI yang melalui surrogate-nya menginvestigasi kasus pembunuhan pertama yang terjadi dalam beberapa tahun sejak penciptaan surrogates. Penciptaan surrogates semula diharapkan mampu menekan angka kejahatan. Tapi kenyataannya, terjadi pembunuhan yang dilakukan terhadap surrogates yang terkoneksi ke operator/pemiliknya. Jika surrogates dibunuh, maka operator/pemiliknya pun ikut terbunuh. Hal inilah yang coba diinvestigasi oleh agen Tom Greer. Bersama rekannya, Agen Jennifer Peters, investigasi mereka membawa pada satu nama, yaitu Mike Strickland. Strickland adalah seorang Dread, sebuah perkumpulan yang menentang penciptaan surrogates. Dread dipimpin oleh seorang misterius yang dikenal dengan sebutan The Prophet (Nabi).

Strickland membunuh korbannya, yaitu Jarod Canter, yang merupakan anak dari penemu Surrogates, Dr. Lionel Canter, dengan sebuah alat yang disebut O.D (Overload Device). Tom Greer terus mencari siapa pencipta O.D tersebut. Sampai suatu ketika ditemukan bahwa pencipta O.D adalah seseorang yang tidak diduga, yaitu sang pencipta surrogates itu sendiri. Dr. Canter merasa bersalah atas penciptaan surrogates-nya. Dia ingin menghancurkan surrogates agar manusia kembali menjalani lifestyle sebelumnya, sebagai manusia seutuhnya. Awalnya Tom Greer menolak, karena manusia justru akan kembali ke masa kemunduran. Setelah mengaktifkan tombol untuk menghancurkan semua surrogates ciptaannya, Dr. Canter pun bunuh diri. Tom Greer kemudian mengambil alih operator surrogate yang sedang dijalankan Dr. Canter dan meminta bantuan kepada administrator sistem untuk membatalkan sistem yang dijalankan Dr. Canter. Sang administrator memberi instruksi kepada Tom Greer dan sampai pada satu command untuk menekan tombol Yes/No. Yes, agar keadaan tetap seperti semula (surrogates dan manusia tetap hidup); atau No, agar manusia tetap hidup tapi surrogates hancur. Detikdetik menjelang waktu habis, Tom Greer sempat bingung pada pilihannya. Dia teringat akan istrinya yang tak pernah dijumpainya. Walaupun satu atap, mereka hanya berkomunikasi lewat surrogates-nya masingmasing. Menghadapi 2 pilihan, akhirnya Tom Greer menekan tombol "No". Akhirnya semua surrogates di dunia pun lumpuh, dan manusiamanusia yang selama ini mengurung diri di rumah akhirnya kembali keluar.

Kirakira seperti itulah sinopsis film Surrogates. Ide cerita yang menarik dan didukung akting yang hebat dari pemainpemainnya menjadikan film ini masuk dalam daftar rekomendasi film yang wajib ditonton.

Yang membuatnya "Wajib Tonton" buatku sebenarnya adalah pesan dari film ini. Aku langsung teringat Tuhanku. Biar bagaimanapun dan sehebat apapun ciptaan manusia, ciptaan Tuhan lah yang paling sempurna. Tuhan menciptakan manusia sangat sempurna dan dengan berbagai pertimbangan yang begitu matang. Jika surrogate mati, maka operator bisa dengan mudah membeli surrogate yang baru di toko. Tapi hal ini membuat manusia menjalani hidupnya secara individual. Manusia pun tidak akan mensyukuri hidupnya, karena bisa membeli lagi "nyawa" di tokotoko penjual raga surrogates.

Memang sih, teknologi membuat hidup manusia lebih mudah. Tapi jangan sampai menjadikan teknologi sebagai Tuhan.

Yah, jika aku menjadi Tom Greer, aku pun pasti menekan tombol "No" demi kelangsungan dan keberadaban umat manusia itu sendiri.

11 September 2009

Something you called "A Walk To Remember."

"Love is like the wind. You cannot see it but you can always feel it."

The problem isn't finding out where you are gonna go. It's figuring out what you are gonna do once you get there that is!


Jamie : You know what I figured out today?
Landon: What?
Jamie : Maybe God has a bigger plan for me than I had for myself. Like this journey never ends. Like you were sent to me because I'm sick. To help me through all this. You're my angel.



Landon : I'm sorry she never got her miracle.
Reverend Sullivan: She did. It was you.

"What is a friend? It's a single soul dwelling in two bodies."
-Aristotle-

Love is always patient and kind.
It is never jealous.
Love is never boastful or conceited.
It is never rude or selfish.
It does not take offense and is not resentful.


Landon: Do you love me?
Jamie : [she nods]
Landon: Will you do something for me, then?
Jamie : [smiles] Anything.
Landon: Will you marry me?
Jamie : [smiles and kisses him]


"A person without a sense of humor is like a wagon without springs. Jolted by every pebble in the road."


"Death is the surest calculation that can be made."

10 September 2009

Tentukan Sikapmu, Pemuda!


You change your mind like a girl changes clothes.

You PMS like a bitch I would know.
And you always think, always speak cryptically.
I should know that you're no good for me.

'Cause you're hot then you're cold.
You're yes then you're no.
You're in then you're out.
You're up and you're down.
You're wrong when it's right.
It's black and it's white.
We fight, we break up.
We kiss, we make up.

You don't really wanna stay, no.
But you don't really wanna go.
'Cause you're hot then you're cold.
You're yes then you're no.
You're in then you're out.
You're up and you're down.

We used to be just like twins, so in sync.
The same energy, now's a dead battery.
Used to laugh 'bout nothing, now you're plain boring.
I should know that you're not gonna change.

Someone call a doctor, gotta case of a love bipolar.
Stuck on a rollercoaster, can't get off this ride.

You change you're mind like a child changes clothes.


.Hot n Cold.
- Katy Perry -